
Padang, 2 Februari 2026 — Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik unggul dan berdampak. Hal ini ditandai dengan di keluarkannya SK Prof. Dr. Masrun, M.Kes., AIFO sebagai Profesor (Guru Besar) dalam Bidang Ilmu Pendidikan Kepelatihan Motorik Anak. Kehadiran profesor baru ini menjadi energi segar bagi penguatan inovasi kepelatihan olahraga berbasis riset dan kebutuhan nyata di lapangan.
Sebagai akademisi dan Kepala Departemen Kepelatihan FIK UNP, Prof. Masrun dikenal konsisten mengembangkan pendekatan kepelatihan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berlandaskan prinsip ilmiah, keselamatan, dan perkembangan motorik anak secara berkelanjutan. Fokus keilmuannya menempatkan riset sebagai fondasi utama dalam merancang model pembinaan dan pembelajaran olahraga yang adaptif terhadap karakteristik peserta didik dan tuntutan zaman.
Kenaikan jabatan akademik ini merupakan bentuk pengakuan atas rekam jejak Prof. Masrun dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi. Berbagai penelitian, publikasi ilmiah, serta kontribusi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran kepelatihan olahraga telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan jasmani dan olahraga, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP beserta seluruh sivitas akademika menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Diharapkan, dengan diraihnya jabatan Profesor, Prof. Masrun dapat semakin memperkuat peran FIK UNP sebagai pusat unggulan pengembangan ilmu kepelatihan olahraga yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Profesor baru FIK UNP ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya riset-riset strategis, kolaborasi lintas institusi, serta inovasi pembelajaran dan kepelatihan olahraga yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjadikan riset sebagai jantung pengembangan pendidikan jasmani dan olahraga di masa depan.
