
Padang, 2 Januari 2024 – Sebanyak 399 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan ke-4 (PMM 4) yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di kampus lain di seluruh Indonesia guna memperluas wawasan akademik serta mempererat persatuan dan keberagaman budaya
Salah satu peserta PMM 4 dari Departemen Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Bunga Permata Dewi, berkesempatan menjalani pertukaran di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mahasiswi ini mengaku antusias mengikuti program tersebut karena ingin mendapatkan pengalaman baru serta memperdalam keilmuannya di bidang kepelatihan olahraga.
“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari PMM 4 dan mendapatkan kesempatan belajar di UNJ. Program ini bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang mengenal budaya daerah lain dan memperluas relasi,” ujar Bunga.

PMM 4 sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkaya pengalaman akademik mereka. Dalam program ini, para peserta tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mengikuti modul Nusantara, di mana mereka akan mengenal lebih jauh kebudayaan lokal dari daerah tempat mereka menempuh pertukaran.
PMM 4 berlangsung selama satu semester, dan diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman akademik serta memperkuat persaudaraan antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengikuti program pertukaran seperti PMM menjadi nilai tambah dalam CV (Curriculum Vitae). Pengalaman ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki jiwa petualang, adaptif, dan mampu belajar di lingkungan yang berbeda—karakteristik yang banyak dicari oleh perusahaan dan institusi pendidikan lanjutan.
Dengan berbagai keuntungan ini, Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM4) menjadi salah satu program yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri, baik secara akademik, sosial, maupun budaya.
0 Komentar